Awal agama adalah Mengetahui-Nya

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1630740901; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:478821644 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Banyak sekali ayat-ayat Alqur’an maupun hadits yang menyuruh kita mengetahui Sang Pencipta. Kita juga diwajibkan untuk mengetahui sifat-sifat-Nya, seperti Maha KuasaNya, Maha BijaksanaNya, Maha MuliaNya dan sifat-sifat mulia lainnya.

Mengenal Tuhan merupakan dasar utama kita dalam beragama. Itulah sebabnya beriman kepada Allah SWT menempati posisi pertama dalam rukun iman. Karena kita tidak bisa mengimani rukun-rukun yang lainnya sebelum kita mengimani Ada dan Esa-Nya.

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, dengan apa kita bisa mengimaniNya (meyakini Ada dan EsaNya)? Sebagian dari kita mungkin akan menjawab bahwa kita bisa mengimaninya dengan menggunakan dalil atau dasar AlQuran dan hadits. Namun apabila kita berfikir lebih jauh, akan ditemui beberapa masalah berkaitan dengan hal ini. Karena ternyata AlQur’an tidak cukup untuk dijadikan sebagai sandaran/ dasar untuk mengimani Ada dan EsaNya. Yang mampu dijadikan argumen atau sandaran dalam masalah ini adalah argumen akal, sedangkan alQur’an dan hadist menempati posisi sebagai penunjang/ pendukung dalil akal.

Alasan-alasan mengapa Alquran tidak cukup untuk dijadikan dasar keimanan kepada Tuhan YME (Tauhid) sebelum kita menggunakan dalil akal diantaranya adalah:

  1. Mengimani ada dan EsaNya Allah dari al-Qur’an menyalahi tertib wujud. Sebab, wujud dan esaNya Allah ada sebelum alQur’an ada. AlQur’an adalah firmanNya, bagaimana mungkin seseorang dapat mengimani kata-kata Tuhan padahal ia belum mempercayai ada dan esaNya?
  2. Membuktikan ada dan esaNya Tuhan (Allah) dengan alQur’an sama halnya dengan tidak membuktikan apa-apa. Sebab ketika anda berargumen dengan alQur’an bahwa Tuhan itu Ada dan Esa, sementara alQur’an mengaku sebagai kitab yang diturunkan dari Tuhan, berarti anda berargumen dengan sesuatu yang masih memerlukan argumen, yaitu argumen yang mampu membuktikan bahwa alQur’an dari Tuhan YME. Kalau anda belum membuktikan keberadaanNya bagaimana anda dapat membuktikan bahwa alQur’an dariNya. Dia saja belum terbukti, apalagi firman-firmanNya.
  3. Mencari Ada dan Esa Tuhan dengan alQur’an melazimkan seseorang mencari yang sudah ada (tahshilul hasil)
  4. Mencari ada dan esanya Tuhan YME dengan alQur’an berarti melazimkan seseorang menolak keimanannya sendiri.

Yang dapat terbukti dari alQur’an dalam masalah ini hanyalah bahwa alQur’an datang dari kekuatan yang luar biasa dan tidak bisa dijangkau oleh manusia, maka dari itu manusia tidak dapat menirunya walaupun satu ayat daripadanya. Hal ini tidak bisa dijadikan dasar bahwa alQur’an dapat membuktikan dirinya sendiri bahwa ia datang dari Tuhan, sebab dalam alam semesta di banyak sekali terdapat kekuatan-kekuatan, dan kekuatan-kekuatan tersebut berbeda-beda, kalau salah satu dibandingkan dengan yang lainnya, kemungkinannya bisa sama, bisa lebih kuat atau lebih lemah. Dengan demikian bisa saja alQur’an dipertanyakan dengan pertanyaan: ”Tidak mungkinkah alQur’an datang dari kekuatan yang lebih tinggi dari manusia, namun ia bukan Tuhan dan mengaku sebagai Tuhan?”.

Katakanlah bahwa akal itu terbatas, dan karena keterbatasannya ia tidak dapat mengenal Allah. Tetapi bukankah alQur’an juga terbatas? Satu-satunya wujud yang tidak terbatas hanyalah Allah, dan selainNya, termasuk alQur’an adalah terbatas. Sebab selainNya adalah makhlukNya.

Kalau hanya dengan keterbatasan sesuatu dapat menyebabkan sesuatu tersebut tidak dapat mengenal Allah, maka alQur’an pun tidak akan dapat mengenaliNya.

Untuk itu tidak ada pilihan lain kecuali kita minta bantuan akal untuk menjawab masalah-masalah tersebut. Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas sehingga seseorang dapat menggunakan alQur’an, minimal ia harus mengenal dulu keberadaan dan sifat-sifat pencipta alam semesta ini dengan akalnya.

Dengan Anggur

Dengan anggur oh kasihku
penuhi pialaku ini
jangan biarkan kehormatanku melambung
jangan biarkan namaku berkilau
Tuangkan penuh kasih dalam piala itu
yang membanjiriku
yang membasuh jiwa dari tipu daya yang angkara
Anggur istimewa penuh suka-cita
merdekakan jiwa usirkan kegemilangan
halaukan kebesaran
Anggur kenistaan yang orang hina mereguknya
yang kepasrahan terbenam di dalamnya
yang kehinaan tenggelam di dasarnya
Dalam naungan suci cawan anggur di kedai
datang dan lihatlah kumenyelip dari setiap celah
menyambuti daku para peri
Kalau kini ku harus pergi ke kumpulan pemabuk sejawat
dengan basuhan anggur siapa peduli pikirkan dunia ini
Wahai Andika hawa yang lembut
selamati aku dan sambutlah saat seberangi sungai
di sana ke kebun apel lembah itu
Dalam cawan kulewati belokan jalan kehidupan ini
kabari kepala biara itu betapa manis akhirnya ini
(Yamani, Wasiat Sufi Ayatullah Khomeini, Mizan, 2002)

Kumpulan Soal KKPI / TIK

Berikut ini beberapa soal KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) yang telah kami buat dan kami susun dari berbagai sumber serta beberapa merupakan hasil unduhan dari beberapa website (sayang penyusun lupa alamat webnya). Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan serta perbendaharaan bank soal pengunjung.

  1. Kumpulan Soal Sistem Operasi Windows XP
  2. Kumpulan soal Microsoft Word
  3. Kumpulan soal Microsoft Excel
  4. Kumpulan soal Microsoft PowerPoint
  5. Kumpulan soal Jarkom 
  6. Kumpulan soal Internet

Komputer (Sebuah Pengantar)

Definisi

Dari segi bahasa, komputer berasal dari bahasa latin computare yang berarti menghitung. Menurut istilah, ada beberapa buku yang mencoba memberikan definisi komputer, diantaranya:

  1. Menurut Robert H. Blissmer (dalam buku Computer Annual) komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut: - menerima input - memproses input tadi sesuai dengan programnya - menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan - menyediakan output dalam bentuk informasi
  2. Menurut Hamacher (dalam buku Computer Organization), komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
  3. Sedangan Fuori (dalam buku Introduction to The Computer) berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.

Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa komputer adalah:

  1. Alat elektronik
  2. Dapat menerima input data
  3. Dapat memproses/ mengolah data
  4. Dapat menampilkan output berupa informasi
  5. Menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer
  6. Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan
  7. Bekerja secara otomatis.

Baca entri selengkapnya »

Ya Allah…….

Ya Allah!

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: “Ya Allah!”

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: “Ya Allah!”

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “Ya Allah!”

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: “Ya Allah!”

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, merekapun menyeru: “Ya Allah!”

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:”Ya Allah!”

(La Tahzan, DR. Aidh al qarni)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!